Senin, 08 Februari 2010

Divonis Kanker? Teruslah Bersikap Positif!

Do you ever feel like you know just enough about news to be dangerous? Let's see if we can fill in some of the gaps with the latest info from news experts.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika seseorang diberitahu bahwa ia menderita kanker, sejumlah pertanyaan muncul dalam benaknya: "Apakah saya akan segera mati?, "Bagaimana nasib anak-anak saya?", "Bagaimana dengan biaya pengobatannya?"

Menurut Sali Rahadi Asih, MPsi, dari lembaga konsultasi psikologi Daya Insani, reaksi-reaksi yang timbul setelah mendengar vonis kanker dari dokter merupakan hal yang normal. "Ada yang menanggapinya dengan positif, seperti merasa ini adalah teguran dari Tuhan, namun tak sedikit yang menjadi putus asa, sedih, atau takut. Ini semua hal yang wajar," paparnya.

Ditambahkan oleh Sali, reaksi yang timbul merupakan akibat dari situasi tak terduga yang kita hadapi. "Siapa pun tak akan menduga akan terkena kanker," katanya.

Situasi tersebut membutuhkan penyesuaian diri dari pasien. Misal, adanya perubahan gaya hidup, melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, hingga perlu disiplin minum obat.

The best time to learn about news is before you're in the thick of things. Wise readers will keep reading to earn some valuable news experience while it's still free.

Bila kita didiagnosis mengidap kanker, tentu ini bisa mengubah hidup. Bukan hanya kehidupan sehari-hari yang akan berubah, hubungan dengan orang lain, serta pandangan hidup pun akan terpengaruh.  Namun, dampak tersebut tidak harus negatif.

Menurut Sali, dengan sikap hidup positif, pasien kanker bisa menjadi termotivasi untuk terus menikmati hidup. Sikap hidup positif yang dimaksud antara lain mensyukuri setiap hal, memiliki tujuan, berencana untuk mencapai tujuan, serta yakin dan mampu mengalahkan kanker.

Jangan berkecil hati jika pada awalnya Anda merasa sangat sulit melakukan semua "teori" tersebut. Yang terpenting, jika menemui masalah, cobalah membuka diri dengan orang lain.

Cara pasien menanggapi vonis kanker juga berbeda-beda. Ada yang justru menjadi bersemangat untuk mencari tahu tentang penyakitnya. "Mereka penasaran dengan apa yang terjadi dalam tubuhnya," kata Sali.

Pada umumnya pasien berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kedamaian hati. Kebanyakan juga berusaha meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga.

"Pasien juga sebaiknya memiliki komunikasi yang lancar dengan orang-orang terdekatnya. Bertemu dengan suport group (sesama penderita) juga sangat membantu untuk saling berbagi dan mendukung sehingga dukungan emosi terpenuhi," kata Sali. Dengan demikian, hidup bersama kanker tidak hanya mungkin terjadi, tapi juga bisa dijalani secara penuh.

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar