Rabu, 28 April 2010

Warga Sekitar Pabrik Rokok Diberi Susuk Gratis

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.
Malang (ANTARA) - Warga yang bermukim di sekitar kawasan pabrik rokok yang beroperasi di Kota Malang, Jawa Timur, diberi alat kontrasepsi jenis susuk ("implant") secara gratis dari pemkot setempat.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang Dr Jarot Edy Sulistyono, Rabu, mengatakan, "implant" yang diberikan secara cuma-cuma itu sebanyak 10 ribu.

"Anggaran untuk pembelian diambilkan dari dana bagi hasil (DBH) cukai 2010. Untuk pembelian 10 ribu `implant` ini dibutuhkan dana sekitar Rp300 juta," paparnya.

Menurut dia, pemberian "implant" tersebut tidak langsung diberikan pada masyarakat, namun melalui klinik-klinik yang ada di sekitar kawasan industri rokok. Sekarang sudah ada 49 klinik yang bersedia melayani pemasangan "implant" bagi masyarakat.

Selain alat kontrasepsinya yang diberikan secara cuma-cuma, kata mantan Kahumas Pemkot Malang itu, pemasangannya di klinik-klinik yang digandeng BKBPM juga gratis, sehingga warga tidak perlu memikirkan biaya apa pun.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Ia mengakui, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya "baby boom" di daerah itu, sebab angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk di kota pendidikan itu sudah mencapai 0,7 persen per tahun.

Menyinggung animo masyarakat untuk ber-KB di daerah itu, Jarot mengatakan, cukup tinggi, terutama untuk KB pil, yakni mencapai 1.595 pada tahun 2009.

Ia menyebutkan, total warga yang memasang alat kontrasepsi (ber-KB) selama kurun waktu 2009 mencapai 10.361 orang.

Pengguna KB suntik tercatat 602 orang, pil 1.595 orang, medis operasi wanita (MOW) atau tubektomi sebanyak 428 orang, medis operasi pria (MOP) atau vasektomi sebanyak 23 orang, dan selebihnya menggunakan kondom, IUD serta susuk.

Pada tahun 2010, lanjutnya, pihaknya menargetkan 16.925 orang peserta KB baru dengan sasaran tertinggi untuk KB suntik dan pil."Kami juga terus mendorong supaya kaum laki-laki juga ikut aktif ber-KB melalui metode MOP," ujarnya.

Hingga saat ini total jumlah peserta KB di Kota Malang sebanyak 96 ribu orang lebih dan pasangan usia subur (PUS) mencapai 124.388 pasangan.

Peserta KB di daerah itu masih didominasi oleh peserta KB suntik yang mencapai 40 ribu lebih. Di urutan kedua adalah peserta KB IUD sebanyak 23 ribu peserta, pil sekitar 16 ribu orang, tubektomi 10.800 peserta, susuk 2.230, kondom sekitar 4 ribu orang dan MOP sebanyak 164 peserta.

Hopefully the sections above have contributed to your understanding of news. Share your new understanding about news with others. They'll thank you for it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar