Minggu, 18 April 2010

Cara Terbaik Mengusir Stres

This article explains a few things about news, and if you're interested, then this is worth reading, because you can never tell what you don't know.
VIVAnews - Banyak cara untuk mengatasi stres. Namun, jika belum juga bisa menemukan obat stres yang mujarab, Anda bisa coba cara ini. Tak hanya mengusir stres, tapi juga manjur mengatasi depresi. Apakah itu? Jawabannya, olahraga! 

Olahraga tidak hanya baik untuk kondisi kesehatan fisik Anda tetapi juga psikis. Olahraga juga bisa mengurangi stres dan menstabilkan emosi yang tak terkendali.

Latihan fisik menurut peneliti dari Methodist University, bisa menjadi perawatan untuk mengatasi masalah kejiwaan, seperti depresi dan kekhawatiran yang tak terkendali. Terapi latihan fisik bisa menjadi bagian dari pengobatan dan perawatan.

If you base what you do on inaccurate information, you might be unpleasantly surprised by the consequences. Make sure you get the whole news story from informed sources.

"Latihan fisik bisa dilakukan orang-orang yang tidak memiliki akses dan biaya untuk perawatan. Atau, yang tidak ingin terkena stigma sosial terkait perawatan kejiwaan," kata Professor Jasper Smits, psikolog dari Methodist University, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph.

"Orang-orang yang berolahraga dilaporkan lebih jarang mengalami stres dan depresi. Latihan tampaknya memiliki pengaruh seperti obat antidepresan. Dalam sistem neurotransmitter tertentu dalam otak, dapat membantu pasien depresi kembali berperilaku positif," kata Smits.

Tim peneliti dari program "Anxiety Research and Treatment", Methodist University, menganalisa penelitian sebelumnya dan menemukan perawatan tradisional seperti terapi perilaku kognitif dan pemberian obat, tidak selalu efektif. Olahraga diketahui bisa mengatasi sensasi rasa takut dan khawatir seperti jantung berdegup kencang dan nafas dengan cepat.

"Semakin terapis memberikan terapi latihan fisik, maka keadaan pasien akan semakin baik. Kami memfokuskan agar pasien latihan singkat tetapi teratur, daripada latihan jangka panjang dalam waktu lama. " kata Smits.

Pasien sebaiknya diberikan latihan selama 150 menit setiap minggu dengan intensitas latihan sedang dan 75 menit per minggu dengan intensitas latihan tinggi. Setelah 25 menit berolahraga, mood akan menjadi lebih baik dan tubuh lebih berenergi. Pasien juga lebih termotivasi untuk berolahraga lagi.

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar