Rabu, 19 Mei 2010

Trik Agar Si Kecil Tak Takut ke Dokter

When you think about news, what do you think of first? Which aspects of news are important, which are essential, and which ones can you take or leave? You be the judge.
VIVAnews - Pergi ke klinik atau rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter, bagi si kecil bisa menjadi pengalaman seru atau malah traumatis. Hal itu sangat tergantung bagaimana Anda mempersiapkan buah hati. Seringkali, sesampainya di ruangan dokter anak malah menangis histeris, minta pulang atau berlari.

Jika Anda tidak sabar memberikan pemahaman tentang kesehatan terutama soal pentingnya memeriksakan diri ke dokter pada si kecil, ketakutannya bisa berlanjut hingga ia beranjak dewasa. Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi pada buah hati. Sebelum memeriksakan si kecil ke dokter, sebaiknya lakukan beberapa persiapan.

So far, we've uncovered some interesting facts about news. You may decide that the following information is even more interesting.

Berceritalah seperti apa suasana ruangan dokter, mulai dari perlengkapannya yang unik, alat periksa hingga perawat yang ramah. Anda bisa membeli buku tentang dokter yang disertai gambar lucu dan bercerita seperti mendongeng kepadanya. Dengan begitu ia memiliki bayangan bagaimana suasana ruang dokter. Ingatlah, tak kenal maka tak sayang.

Jangan berbohong atau menakut-nakuti, misalnya "Kalau tidak mau makan nanti disuntik dokter". Hal itu akan membuatnya sangat takut jika dibawa ke dokter. Jika si kecil bertanya, usahakan jawab dengan benar. Lalu, jika Anda tidak tahu jawabannya, mintalah si kecil bertanya langsung pada dokter. Kalau perlu ajarkan si kecil membuat catatan berisi pertanyaan yang ingin ditanyakannnya pada dokter.

Usahakan membawa si kecil ke dokter tidak hanya saat sakit. Anda bisa mengajaknya untuk berkonsultasi rutin. Memeriksakannya secara teratur tidak hanya baik bagi kesehatannya tetapi juga membuat si kecil semakin familiar dengan dokter.

Ketika Anda membawanya ke dokter dan si kecil berani dan tidak menangis, berikan pujian. Tanyakan bagaimana perasaannya dan biarkan ia bercerita panjang lebar. Hal ini bisa membuatnya lebih nyaman. Sehingga, jika suatu saat ia harus kembali diperiksa ke dokter, Anda tak perlu lagi membujuknya berhari-hari.

That's how things stand right now. Keep in mind that any subject can change over time, so be sure you keep up with the latest news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar